Hiper Tiroid Setelah Melahirkan

Ketika saya di fonis dokter untuk pertama kalinya menderita Hiper tiroid, bener – bener kaget karena saya gak ngeh banget apa itu hiper tiroid.. masih asing dan belum familiar dengan penyakit tersebut .

saya termasuk lama tidak mengetahui dan mengalami gejala-gejala hypertiroid sampai saya ketemu dengan dokter spesialis endokrin, yang menyebabkan berat badan turun drastis tanpa disadari sebanyak 20 kg.

Sebelumnya saya selalu menunda-nunda periksa ke spesialis karna saya tidak merasakan keluhan yang aneh, hanya merasa pusing dan lemas.

Sebelumnya saya sering periksa ke klinik 24 jam di dekat rumah dan bolak balik periksa dengan dokter yang berbeda di klinik tersebut, semua dokter umum tersebut mengatakan hal yang sama yaitu saya kecapekan. Wajar sekali yang dialami oleh ibu ibu yang baru memiliki bayi yaitu keluhan seperti pusing,lemas, berat badan turun dan marah marah akibat kurang tidur.

Malah saya berpikir sepertinya saya hamil lagi ( wow anak baru usia 10 bulan saya sudah hamil lagi….luar biasah ) ada gejala ga haid-haid juga sayanya ( sempai kontrol ke bidan ).

Karena mondar mandir ke klinik dokter umum tidak ada perubahan saya putuskan periksa kedokter Sps. Internist dan kebetulan dokternya internist Endokrin, hanya tanya keluhan yang saya alami trus diperiksa tekanan darah trus saya disuruh menelan..dalam hitungan menit dokter langsung fonis saya Hiper Tiroid. Dokter kasi surat pengantar lab trus 3 hari selanjutnya saya disuruh balik lagi untuk membawa hasil lab saya..benar seperti diagnosa dokter, saya positif hypertiroid.. kemudian dokter menyarankan untuk dirawat selama tiga hari guna bad Rest menenang kan diri, dikarenakan saya memiliki bayi ahirmya saya ga jadi dirawat..

Dokter meresepkan obat hypertiroid, abang jantung, obat tekanan darah tinggi dan vitamin..sekali tebus obat untuk 1 minggu pertama habis 1,5 juta semuanya diberikan obat paten..belum lagi tes lab yang awal juga 1jt dikarenakan pemeriksaan darah komplit..

Selama 1 bulan pertama saya kontrol setiap 1 minggu sekali, bulan ke dua kontrol setiap 2 minggu sekali sampai 6 bulan pertama. Setiap kunjungan ke dokter wajib membawa hasil lab dan yang paling rutin adalah pemeriksaan T3 T4 dan TSH. Total total biaya therapy saya 3 jt- an perbulan…alhamdulilah masih bisa claim kantor

Setelah minum obat yang diresepkan dokter, 1 bulan T3 saya normal, T4 hampir mendekati tetapi TsH saya yang masih dibawah standart normal.. Selama 6 bulan perubahannya cepat sekali drastis T3 dan T4 saya sudah norml ga heran berat badan saya lambat laun mulai naik lagi karena hipertiroid sangat terkontrol.

Berikut gejala gejala hipertiroid yang saya alami :
• Lemas dan cepat lelah
• Selalu lapar
• Haus terus
• Pusing
• Moody (cepat marah)
• Turun berat badan secara drastis (kurus)
• Buang air besar sering, biasanya pada saat slesai makan ( bukan diare)
• Rambut sedikit rontok
• Leher rada bengkak (tapi tidak terlalu)
• Susah tidur (selalu gelisah)
• Tangan gemetar
• Mata hampir terlihat menonjol
• Suhu badan panas dan selalu berkeringat walaupun tidak melakukan aktivitas tinggi
• Denyut jantung kencang ( jantung berdetak kencang ).

Saya mengalami hypertiroid ini setelah melahirkan anak pertama usia 10 bulan. Selama therapy dokter tidak menyarankan saya untuk menyusui karena efek dari obat yang saya konsumsi ter eksresi di air susu, jika terminum sama anak dihawatirkan anak akan menderita hipotiroid ( kebalikan dari hipertiroid).

Obat hypertiroid juga memiliki beberapa golongan, ada yang tidak boleh diminum jika menyusui tetapi ada juga yang boleh di minum oleh ibu menyusui..Dikarenakan pertama sekali saya konsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit swasta otomatis saya diberikan obat paten dan golongan tinggi dan dokter tidak menyaran saya untuk menyusui..ahirnya saya minum obat selamg seling supaya tidak membahayakan anak saya..

Dikarenakan dikantor suami wajib BPJS ( tidak bisa claim lagi) ahirnya saya terpaksa kontrol ke dokter yang berbeda..alhamdulilah disitu saya baru tau bahwa ada obat hypertiroid yang bisa diminum oleh ibu menyusui yaitu PTU.. PTU sendiri sebagai therapy awal bagi penderita hypertiroid..jadi saran saya jika kontrol ke dokter endokrin ada baiknya punya beberapa second opinion.

Dari cerita sakit saya diatas pernah saya bertanya kediri saya sendiri kenapa saya bisa sakit hypertiroid? Apa penyebabnya??? Saya ingat dengan kata kata pepatah bahwa jika kita sakit kita akan lebih dekat lagi ke Tuhan, penyakit adalah penggugur dosa kita ( ga tau gugur nya dari mana.. kata ulama seperti itu..) dan dokter juga ternyata tidak mengetahui apa penyebab pasti nya penyakit Hypertiroid ini..selain manfaat hypertiroid yaitu lemak- lemak di tubuh pada hilang semua di habisin sama hormon tyroid…bersyukur juga lipatan lemak diperut akibat lahiran hilang seketika.. karena hyper Tiroid membuat metabolisme di tubuh menjadi sangat cepat..kurus seketika ga perlu diet, hihihi…please ya kalau mau kurus jangan minum obat yang bikin hormin tiroid kita bekerja dengan kencang…hati hati yang mau kurus…

Disini saya mulai mencari tau bagaimana menyembuh hyper tiroid saya yang katanya wajib munum obat seumur hidup, dan ga akan mendapatkan keturunan…disitu saya mulai mencari ilmu untuk penyembuhan penyakit saya, baik secaa ilmu kedokteran maupun penyembuham secara ilmu agama…disitu mulai manfaat dari therapy saya seperti double action hasilnya…saya percaya juga obat dari segala penyakit adalah kebahagian kita..

Kebahagiaan bisa berkumpul dengan teman – teman, keluarga, komunitas dan kebahagiaan dengan kesukaan kita..itulah obat bagi saya..sampai saat ini kegiatan favorit saya adalah mengaji selain bertemu dengan orang orang yang saya cintai..

Diatas adalah fhoto saya saat merayakan ulang tahun anak pertama..kurus banget kann…

💞💞

Kartika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *