Booming Issue Sampah ilegal dari Luar Negeri, Mampukah Pemerintah Mengatasinya?

 

Picture taken from paradocfilm instagram

Issue mengenai sampah ilegal saat ini sedang hangat hangatnya karena pada tanggal 5 juni lalu kita baru saja merayakan hari lingkungan hidup.

Kata kata Sampah ilegal bagi emak emak sepertinya kurang familiar karena jarang sekali di dengar, tetapi jika berbicara mengenai sampah, yang diketahui emak emak ya cuma jenis sampahnya saja, yaitu : jenis sampah organik dan jenis sampah non organik dan juga sampah infeksius

Sampah ilegal adalah sampah yang di impor dari luar negeri, sedangkan impor sampah dilarang di indonesia, UU 18/2018. Jika benar kasus impor sampah ilegal maka ini adalah tindak pidana, dan pihak yang bertanggung jawab harus di hukum.

Arti kata sampah itu sendiri adalah : sisa konsumsi rumah tangga atau sisa konsumsi masyarakat harian, dimana ditemukan di dalam kontainer yang dikirim masuk ke negara indonesia.

Efek dari sampah ilegal ini adalah pencemaran udara dan pencemaran lingkungan, karena kandungan zat beracun yang berasal dari bahan daur ulang tersebut sangat berbahaya serta bahan kimia yang berasal dari bagian sisa produk itu sendiri sebelum di buang dan di hancurkan akan bereaksi dengan udara, air dan lingkungan disekitarnya.

“Di tanah air kita sendiri saja, permasalahan sampah masih belum tertangani dengan optimal, malah sampah dari luar negeri harus di tampung di negara kita, mau di taruh di mana?”

 

 

Setelah muncul di berita dan maraknya kampanye mengenai permasalahan sampah ilegal ternyata permasalahan sampah ilegal ini sudah lama terjadi di indonesia dan menjadi Pe – Er bagi semua pihak.

Sudah banyak perusahaan yang telah mengimport sampah dari luar negeri sejak beberapa tahun yang lalu. Perusahaan tersebut mengimpor sampah tidak dalam kondisi kosong , tetapi dikirim sebagai kemasan dengan produk di dalamnya. Bisa juga sampah diseludupkan melalui impor kertas bekas (contohnya perusahaan indonesia mengimpor sampah daur ulang dari negara australia).
Mampukah Pemerintah Mengatasinya?

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Ibu Siti Nurbaya menegaskan bahwa sampah plastik yang masuk ke indonesia adalah ilegal, dan pemerintah tidak segan segan untuk mengembalikan balik ke negara asalnya.

Dan di tahun 2018 , indonesia telah memulangkan 49 kontainer berisi sampah ilegal dan salah satunya dikembalikan ke negara Jerman (sumber dari DW ). Malahan di tahun 2015 – 2016, indonesia juga sudah pernah memulangkan sampah sampah ini ke negara asalnya hingga 40  kontainer dan masih banyak lagi sampah sampah yang dipulangkan balik ke negara asalnya.

Kelompok studi konservasi lahan basah program studi biologi di Unair dan berbadan hukum, yaitu Ecoton ..Masalah sampah yang masuk ke indonesia ini ternyata telah di soroti oleh Ecological Observations and Wetlands Conservation (Ecoton ) dan beberapa LSM pemerhati sampah di indonesia.

Di dalam perdagangan internasional, Konvensi basel :  menyatakan bahwa dimana bahan bahan yang diperjual belikan wajib dilaporkan oleh negara pengirim dan negara penerima..Apakah negara pengirim dan penerima melaporkan sesuai apa yang diperdagangkan? Sepertinya tidak..

Pertanyaannya adalah , kenapa sih perusahaan senang melakukan perdagangan impor sampah ilegal? menguntungkankah mengimpor sampah dari luar negeri walaupun aturan di indonesia itu sangat ketat tetapi pengusaha masih berani melakukannya, mengapa?

Negara maju yang menjadi lahan perdagangan ilegal sampah ke negara kita adalah : Amerika serikat, Jerman, Perancis dan Hongkong. Sepertinya negara ini sudah tidak terlalu serius mengolah limbah sampah dan ini telah menjadi celah yang dimanfaatkan perusahaan di indonesia untuk mengambil keuntungan dari bisnis sampah. Sedangkan di negara Eropa menampung sampah mendapat imbalan uang kemudian mereka bukannya mendaur ulang malah mengekspornya ke negara negara asia dengan iming iming duit.

Di negara kita sendiri untuk untuk membuat suatu barang, perusahaan mesti membeli bahan baku yang nota bene sangat mahal. Sedangkan jika membeli sampah daur ulang dari luar negeri, ternyata 1 tonnya hanya 40 dolar..waduhh murah banget ya…

Ditambah lagi pada tahun 2018, china menutup keran impor limbahnya, sehingga pemerintah indonesia tidak memiliki alternatif selain mengirimkan sampah plastik dan kertas yang tidak bisa di daur ulang menjadi bahan bakar untuk industri, seperti untuk pabrik semen.

Jerman melarang indonesia menimbun atau menyimpan limbah sampah daur ulang tersebut tanpa di olah. Namun pada prakteknya aturan tersebut tidak selalu di taati oleh perusahaan pemgimpor di indonesia.

Harapan saya dari kaca mata ibu rumah tangga yang sangat aktif berkecimpung di dunia sosial dan juga pemerhati pendidikan di dunia parenting, berharap semoga tidak ada lagi perusahaan yang mengimpor sampah ilegal..tidak ada lagi sampah sampah yang di tumpuk di sudut manapun walaupun di bagian indonesia terpencil yang tidak ada penduduknya.

Dengan di setop nya perdagangan sampah ilegal ini semoga tidak berdampak kemana mana terutama di perekonomian indonesia, dimana dengan mahalnya bahan baku tidak membuat perusahaan tersendat dalam memproduksi. Pemerintah harus mampu memberikan solusinya untuk perusahaan pengimpor sampah ilegal tersebut supaya bisa mendapatkan bahan baku yang murah dan berkualitas.

Dan pemerintah juga mensupport anak anak muda indonesia yang berprestasi untuk mengembangkan bakatnya dan mewadahi ide ide mereka untuk menciptakan suatu penemuan bahan baku pengganti sumber alam tersebut juga dalam pengolahan limbah sampah.

Peraturan di indonesia juga dibuat lebih ketat lagi mengenai impor sampah daur ulang, sehingga pengimpor sampah lebih jera dengan hukumannya.

Saya percaya pemerintah indonesia mampu mengatasi permasalahan ini di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Joko Widodo dan di bantu oleh menteri lingkungan hidup dan kehutanannya..Indonesia Pasti Bisa, saya sangat optimis dan percaya , karena selama ini juga kami selalu menjaga agar lingkungan kami bersih dan sehat dari sampah apapun demi anak anak kami calon khalifah ahir zaman dan calon peminpin indonesia dan calon pemimpin yang berfikiran global.

23 Balasan untuk “Booming Issue Sampah ilegal dari Luar Negeri, Mampukah Pemerintah Mengatasinya?”

  1. Sampah memang jadi permasalahan setiap negara. Apalagi negara kita penduduknya padat dan masih belum sempurna untuk mengurus pengelolaan sampah dan daur ulangnya. Ditambah booming issue sampah ilegal. Hadeeh.

  2. Aduh serem juga ya Mba, sampah di ekspor ke Indonesia.
    Tapi sebenarnya isue ini memang sudah lama sekali terngiang.

    Lihat saja sekarang banyak di mall gerai menjual pakaian “second” yang notebene peminatnya buanyak. Padahal di negaranya sana sudah dibuang tapi di sini bisa menghasilkan uang.

    Nah sisanya.. entah dibuat apa.

    Kalau sampah yang jelas berupa daur ulang memang seperti makan buah simalakaman ya Mba. Negara kita butuh, mereka pun terbantu. Lagi-lagi ini oknum seh menurut aku. Semoga saja Pemerintah bisa segera mengatasi permasalahan sampah ini secepatnya dan kita bebas dari gunung sampah.

    Salam,
    Ratna

  3. Sampah kita di dalam negeri aja sudah cukup banyak, ini yg seharusnya diolah (kalau ada yg bisa diolah). Gak perlu menambah sampah dari luar negeri.

  4. Yang menyebalkan sampah itu sengaja dilempar ke Indonesia melalui kegiatan impor. Misalnya kita impor barang A, eh yang datang barang A, B, C. Barang B, C dibilangnya free padahal itu sampah

Tinggalkan Balasan ke Honey Josep Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *