Kecerdasan Emosional Pada Anak Ternyata Mampu Mendukung Daya Pikirnya

 

Bersyukur sekali kita orang tua bisa memiliki anak spesial pemberian ilahi. Anak merupakan anugrah yang sangat di tunggu tunggu oleh setiap orang tua, dan ini merupakan  hadiah yang paling spesial yang diberikan tuhan kepada kita.

Buah hati ataupun titipan tuhan ini pasti selalu kita jaga,  kita perhatikan dan kita ajarkan banyak hal positif menurut pola pikir kita masing masing,  kita selalu memberikannya fasilitas yang terbaik dan juga kasih sayang yang berlebih agar  anak kebanggan kita mau mengikuti semua kemauan kita yaitu agar anak rajin belajar dan anak kita menjadi orang pintar dan terdepan ataupun menjadi seorang yang cumlaud disegala bidang studynya, sehingga kita sebagai orang tua akan bangga dengan prestasi anak kita dimata keluarga, sekolah ataupun lingkungan.
Terkadang Kita tidak pernah ingat bagaimana mengajarkan  anak kita selain pintar kita juga wajib peka terhadap orang yang ada di sekitar kita..Pasti sulit sekali ini..dan tidak sesuai dengan apa yang kita doakan  , yaitu ; kelak ketika anak kita besar bisa menjadi seorang pemimpin yang arif , bijak sana, dan mampu memecahkan masalah juga mampu bernegosiasi dengan segala konflik yang dihadapinya.
Inilah yang selalu sering di dengung dengungkan pada saat kita mengikuti kelas parenting,  bahwa kecerdasan emosioal pada anak mampu mendukung daya pikir si anak…disinilah peran IQ dan  EQ.
Kemarin saat aku mengikuti bebelac family gathering tanggal 2 agustus 2019 bertempat di cooworking kuningan,  psikolog binky menjelaskan bahwa IQ dan EQ sangat berkolerasi dalam menimbulkan emphati..berikut penjelasannya :
IQ atau Intelligence quotient adalah kemampuan kognitif seseorang, sesuai dengan kelompok usianya, yang dapat membantu ia dalam menyelesaikan tantangan hidup sehari-hari. Atau bisa juga dijelaskan sebagai kemampuan berpikir anak dalam menentukan apa yang bisa ia lakukan dalam membantu lingkungannya. 
 
Sedangkan EQ atau sering kita kenal dengan sebutan kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengenali emosi yang dirasakan diri sendiri dan orang lain, serta tahu bagaimana respon yang tepat atas emosi tersebut.
 
Kedua hal ini tentu sama pentingnya dan saling berkesinambungan dalam membantu anak menjadi cepat tanggap yang lengkap.
Bagaimana caranya? Jadi dengan adanya EQ, anak menggunakan hatinya dalam melihat situasi bermasalah dalam lingkungan, yang kemudian memunculkan keinginan membantu. Namun, keinginan saja tentu tidak cukup, anak perlu tahu apa yang bisa ia lakukan untuk membantu. Dan untuk ini, dibutuhkan IQ. Jadi memang IQ dan EQ adalah 2 hal yang sama pentingnya dan perlu dikembangkan bersamaan sejak anak usia dini.
Sedangkan empati adalah respon emosi dan berpikir yang kompleks terhadap kondisi emosional orang lain. Dengan memiliki empati, maka seseorang dapat melakukan ketiga hal ini, yang menjadi bentuk perilaku dari EQ
• merasakan apa yang dirasakan orang lain
• bersimpati
• melihat situasi dan berusaha menyelesaikan masalah dari sudut pandang orang lain
Singkat kata, anak yang cerdas secara emosi, dapat mengarahkan dirinya sendiri untuk menjalani proses belajar di sekolah dan lingkungan agar daya pikirnya meningkat.
I psikolog binky,mjangan sungkan untuk mengajarkan anak kit
Disini susu bebelac gold 3 dengan kandungannya yang lengkap mampu membuat anak menjadi tanggap yang lengkap seperti vallerie..kemarin saat di acara bebelac saat salah satu pengajar dri rumah dandelion jatuh , dengan sigap vallerie membantu untuk merapikan kembali botol spray yang terjatuh..begitu juga dengan teman teman yang lainnya.
#AksiHebatdariHati #GrowThemGreat #MomBloggerCommunity

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *