Pejuang Garda Terdepan Covid 19

Kapan ya pandemi corona akan berakhir…

Di Indonesia pandemi sudah berlangsung dari bulan Maret 2020 – hingga saat ini, bulan September 2020.

Informasi terakhir, vaksin covid19 buatan China dan Amerika sudah masuk fase 3, saya lihat bapak Gubernur Jawa Barat menjadi salah satu relawan yang bersedia disuntik vaksin tersebut.

Semoga saja vaksin tersebut bekerja dengan baik dan tidak ada efek samping. Sedangkan Vaksin buatan indonesia insyallah akan hadir di pertengahan tahun 2021.

Kalau ngomongin corona, pasti kita tau siapa orang yang telah mempertaruhkan nyawanya menolong para pasien pasien yang positif covid 19? Pastinya tau ya, siapa lagi kalau bukan para petugas kesehatan yang ada di lini puskesmas hingga rumah sakit.

Saya ga ngebayangin gimana rasanya menjadi para tenaga medis disaat pandemi ini, karena mereka selama bertugas wajib menggunakan setelan APD yang sangat komplit.

dr. Adeputri Tanesha Idhayu, SpPD

dr. Adeputri Tanesha Idhayu, SpPD

Masih ada aja orang yang ga percaya dengan corona walau pasien corona sudah sangat membludak sampai-sampai rumah sakit mesti pasang tenda demi menampung lonjakan pasien covid 19.

Begitu juga dengan jumlah Nakes yang terinfeksi covid 19 di tempat mereka berdinas pun sudah banyak sekali.

Salah satu pejuang corona yang sangat saya kagumi adalah dr. Adeputri Tanesha Idhayu, SpPD. Dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Rumah Sakit Pemerintah rujukan covid-19 di daerah Jakarta Timur.

Diawal Pandemi Corona, dengan segala keterbatasan APD yang tersedia di rumah sakit, dr. Adeputri pernah menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli APD buat dirinya dan petugas lainnya yang tidak kedapatan APD. Karena saat awal awal pandemi kita semua tau tentang krisis APD.

Alhamdulilah APD sudah mulai tercukupi dan disediakan oleh Rumah Sakit, kecuali masker yang untuk sehari hari selama berdinas saja yang masih beli sendiri. dr. Adeputri menggunakan masker N95.

Saat ini masker N95 masih langka dan mahal, 1 box Masker N95 harganya diatas 1jt sedangkan isinya cuma 20 piece.

dr. Adeputri Tanesha Idhayu, SpPD

dr. Adeputri, SpPD pernah cerita ke saya, saat menggunakan APD itu, butuh waktu lama, panasnya subhanallah dan saat melepaskannya juga harap harap cemas, deg deg kan, takut ada virus yang menempel.

Bisa dibayangkan saat dr. Adeputri, SpPD berdinas menjadi konsulen yang memeriksa pasien rawat jalan dan saat visit ke ruang Zona Merah (Ruang Isolasi) APD yang digunakan pastinya lebih komplit lagi.

Dokter Spesialis, seorang ibu dan istri yang sangat peduli.

Saya ingat banget, dr. Ade Putri sekitar 1 tahun yang lalu pernah berjuang melewati hiperemesis gravidarum saat kehamilan keduanya.

Saat itu, saya pernah jadi salah satu pasien beliau di ruang endokrin. Saya lihat sewaktu beliau praktek, sedang hebat hebatnya mual-mual tetapi harus kuat melayani pasien2 yang wanginya jangan ditanya harumnya kaya apa, kebayang itu mual bikin pusingnyaaaa minta ampun.

Sekarang, dr. Adeputri harus berjuang juga membantu pasien-pasien covid19.

Yang kita tau dokter itu dinasnya 24 jam bisa bisa 7 hari dalam seminggu walaupun dokter spesialis. Kebayangkan kapan liburnya terutama disaat pandemi ini.

Kira-kira kalau dokter, perawat, dan nakes di rumah sakit cuti, siapa ya yang akan mengobati pasien?

Dr. Adeputri juga memiliki 2 anak kecil, usia 3 tahun dan 1 tahun, ga kebayang bagaimana membagi waktunya sebagai ibu. Tetapi yang saya tau saat di awal awal covid 19, dokter adep sangat menghindari mencium anak-anaknya, memeluk anakpun rada rada cemas…sedih sekali ya rasanya..

Pesan dokter Adeputri yang selalu saya ingat, agar kita terhindar dari virus covid19 :

  1. Hindari keluar rumah kecuali memang benar benar penting.
  2. Tetap pakai masker bila memang HARUS keluar rumah
  3. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  4. Jaga kesehatan, makan makanan bergizi dan cukup istirahat.
  5. Untuk pasien penyakit kronik, tetap kontrol dan berobat secara teratur.
  6. Berdoa dan banyak bersedekah.

Banyak sekali hal baik yang saya contoh dari dr. Adeputri karena beliau orang yang sangat peka dengan lingkungan sekitarnya, walaupun sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Pernah saat saya ajak ke salah satu undangan pengajian didekat rumah kami, beliau mau ikut dan meluangkan waktunya saat selesai berpraktek, padahal saat itu lagi hamil besar.

Saya juga dengar suara mengajinya dr. Adeputri, kaget ga percaya, ternyata ibu dokter sangat lancar baca Qur’an. Jadi teringat sama diri sendiri, lancar mengaji karena harus berulang ulang belajar ngajinya dan harus sering ikut pengajian.

Hargai para pejuang garda terdepan covid 19

Perjuangan seorang dokter benar benar sangat luar biasa dimasa pandemi corona, selain waktunya lebih banyak untuk rumah sakit, seorang Nakes juga harus berjuang menjaga dirinya agar tidak terpapar virus corona.

Kita wajib menjaga diri kita dengan baik, agar terhindar dari virus covid 19, dengan begitu kita telah membayar kerja keras para pejuang garda terdepan selama ini.

Saya selalu berdoa untuk keselamatan dr. Adeputri , teman sejawat dan juga keluarga kecilnya agar kesehatannya selalu dioptimalkan allah dan badai pandemi corona cepat selesai.. Aamiin

Sehat sehat selalu juga untuk kita semua, dan kita selalu menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat terutama saat beraktivitas di luar rumah.

6 thoughts on “Pejuang Garda Terdepan Covid 19

  1. Great write bu ika.
    Very important knowledge and useful resource for todays event, the pandemic.
    Dokter, para Pejuang Garda Depan memang patut dihargai Dan menjd role model bagi semua profesi yang melayani umat manusia.
    Tanggubgjawab Dan akuntabilitas mereka adakah keteladanan bagi seluruh Anak bangsa.
    Proud and salute to our doctors.

  2. Mulia sekali dr. Ade. Di tengah keterbatasan APD, masih sempat memikirkan dan bergerak untuk teman-teman medis yang kurang beruntung ga dapet APD. Semangat ya dok. Semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan. Terimakasih Mom Kartika, sudah mengangkat tulisan seperti ini. Semoga masyarakat semakin peduli amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *