2021 wajib menambah Asuransi.

Bagi yang senang menabung, kira kira asuransi termasuk aset kah?

Bagi saya Asuransi merupakan Aset yang wajib sekali dimiliki oleh setiap orang. Karena dengan melindungi diri kita dari segala macam hal tidak terduga, akan meminimalkan kita kehilangan financial dalam waktu singkat.

Bagi saya Aset investasi yang wajib dimiliki adalah :

  1. Asuransi (Jiwa + kesehatan)
  2. Emas
  3. Deposito
  4. Tabungan
  5. Aset tidak bergerak ( Tanah, Properti )

Kelima portopolia aset diatas, bisa kita buat dari mulai terima gaji pertama dan yang pertama wajib dimiliki adalah : Asuransi.

Menabung itu wajib, tetapi tabungan yang kita miliki tidak hanya berbentung tabungan yang biasanya kita disetor/potong saat menerima gaji saja tetapi bisa dalam bentuk yang lain dalam arti kata berinvestasi.

Ada juga menabung dengan cara ikut arisan. Termasuk saya juga punya beberapa arisan yang saya ikuti, tetapi ini bentuknya jangka pendek, kita bisa ambil kapan yang kita mau. Tetapi bagaiamana dengan tabungan jangka panjang kita? Apakah arisan bisa membantu kita jika tiba2 sakit? Pastinya bisa kalau sakitnya tidak parah.

Disini saya berpikir untuk memiliki tabungan yang bisa mengcover ketika saya sakit tetapi tidak mengurangi uang tabungan.

Saya ikut bpjs kesehatan, ini merupakan asuransi, tetapi hanya mengcover kesehatan dan duit yang kita bayarkan setiap bulannya, mau dipakai untuk berobat atau tidak pasti akan hangus dan kita tidak memiliki manfaat tabungan.

Alhamdulilah saya sudah menemukan produk asuransi tersebut, saya lihat ada juga bank yang menawarkan asuransi seperti ini.

Setelah itu kita butuh juga asuransi pendidikan untuk anak anak kita, dimana uang yang kita setorkan setiap bulan pada saat anak masuk sekolah bisa kita cairkan sedikit untuk mengurangi pengeluaran kita yang besar di tahun pendidikan.

Disini peran Asuransi bagi saya sangat membantu dibandingkan saya ikut arisan yang saat terima duit pasti langsung saya belikan barang ataupun membayar kebutuhan.

Kemudian jika ada pertanyaan, pertama sekali siapa kah yang perlu kita asuransikan? Jawabannya Si pencari nafkah. Ini penting sekali karena di dalam suatu keluarga, si pencari nafkah tunggal sangat berperan dalam tanggung jawab menafkahi keluarganya.

Untuk menghindari terjadi sesuatu hal yang menyangkut si pencari nafkah, misalnya ga pulang atau hilang dalam waktu 1 bulan, 6 bulan , 1 thn ataupun ga pulang ke rumah selama lamanya2, uang pertanggung jawaban bagi yang ditinggalka pasti sangat bermanfaat, apalagi yang ditinggalkan memiliki anak.

Karena saya tidak bekerja, dan pencari nafkah hanya 1 orang yaitu suami, teman saya coba mengingatkan saya untuk membuat asuransi bagi si pencari nafkah, alhamdulilah suami setuju dan mau membayar premi bulanannya.

Kemudian setelah kita membuat asuransi apa saja yang perlu kita perhatikan?

  1. Persentase saving dan proteksi.
    Bagi saya, ikut asuransi selalu full proteksi, sehingga saving saya tidak terlalu besar. Tetapi dana yang kita saving baru terbentuk setelah tahun ke 6. Tetapi jika ada yang ingin savingnya lebih besar juga ga masalah tetapi nilai proteksi otomatis akan sedikit.
  2. Nama wajib sesuai KTP , jangan disingkat. Termasuk nama sesuai dengan KK juga.
  3. Penanggung dan tertanggung.
    Penanggung adalah orang yang membayar premi, dan tertanggung bisa si pembayar bisa juga yang menerima manfaat.
  4. Ilustrasi manfaat.
    Wajib konsusltasi dengan agen yang membuat, apa saja manfaat yang akan diterima. Jangan sampai miss informasi.
  5. Tanggal pembayaran, tanggal jatuh tempo.
  6. Berapa lama dibayarkan.
  7. Cara claim.

Dan yang kita ketahui, ketika kita ikut asuransi, di tahun tahun pertama nilai saving kita tidak akan muncul, standartanya baru muncul di tahun ke 3, jika kita memiliki saving di asuransi kita. Kalau polis saya, baru muncul nilai savingnya setelah tahun ke 6.

Jadi jangan sampai ditengah jalan kita berhenti dan marah ke pihak agen asuransi jika polis kita belum memiliki nilai.

Ohya, semua aset yang kita miliki bisa loh di asuransikan, termasuk wakaf kita juga bisa juga kita asuransikan.

Contohnya, 10 tahun kedepan saya ingin memiliki tanah yang bisa saya wakafkan untuk kepentingan agama, kita bisa mulai menabung diawal, jika terjadi sesuatu dengan kita, nanti uang pertanggunan tersebut bisa untuk di wakafkan. Untuk jelasnya bisa ditanyakan langsung ke para agen asuransi.

Asuransi yang kita buatkan ke anak anak kita juga bisa sebagai uang waris untuk mereka, jika tidak kita gunakan untuk pendidikan ataupun tidak kita gunakan untuk pesta pernikahan mereka .

Jadi bagi yang belum memiliki Asuransi, wajib sekali segera memiliki.

Gimana, kamu sudah mulai tertarik kan..atau jika ada pertanyaan boleh tulis di kolom komentar ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *