Hamil dengan kondisi Hiper Tiroid

Pertama sekali aku di diagnosa hiper tiroid oleh dokter penyakit dalam, yaitu tahun 2014. Saat anak pertama berusia 8 bulan dan masih Asi. Hal yang aku rasakan adalah berat badan turun drastis dan lemes banget bawaannya.

Saat itu pengetahuan ku mengenai hiper tiroid sedikit sekali. Termasuk di internet juga informasi mengenai hiper tiroid belum banyak. Saya tidak menemukan tulisan pasien yang menceritakan pengalaman mereka mengenai hiper tiroid di internet.

Di tahun 2015 akhir baru mulai banyak informasi mengenai hiper tiroid hingga saat ini, begitu juga dengan komunitas yang konsen memberikan edukasi tentang permasalah tiroid, yaitu komunitas pejuang tiroid indonesia, Pita Tosca.

Aku mengidap graves hipertiroid, penyebabnya adalah auto imun. Kalau kondisi kurang fit, otomatis imunitas aku akan bekerja sangat aktif sehingga hormon tiroid banyak sekali keluar.

Yang aku tau, penderita hiper tiroid akan sulit sekali untuk hamil, karena dokter juga mengatakan hal yang sama.

HAMIL DENGAN KONDISI HIPERTIROID

Apa yang terjadi dengan aku memang benar benar mukjizat tuhan, aku hamil di saat hiper tiroidku tidak terkontrol (aku tidak kontrol hiper tiroidku selama 1 tahun).

Setelah anak pertama usia 2 tahun, di akhir tahun 2015 aku hamil anak kedua. Awalnya ga menyadari kalau hamil, karena ga ada tanda tanda kehamilan. Selain itu aku ingat kata kata dokter bahwa aku akan sulit untuk hamil kembali.

Setelah konsul ke penyakit dalam dan minum obat hiper tiroid, aku masih merasakan pusing-pusing dan kleyengan. Aku iseng periksa ke klinik kebidanan. Ehhhh beneran aku positif hamil. Baru menyadari hamil setelah usia kandungan 2 bulan.

Benar benar mukjizat, disitu aku baru tau, ternyata pada saat kita hamil, semua hormon yang ada ditubuh kita akan mengacaukan semua hormon, termasuk hormon tiroid.

Gejala gejala hipertiroid yang kualami, rancu sekali, karena ga bisa bedain ciri-ciri hamil atau hipertiroidnya sedang kambuh.

Setelah tau hamil, aku jadi rutin kontrol ke dokter kandungan dan dokter penyakit dalam. Hiper tiroid aku terkontrol, Kondisi janin terpantau dan tali pusar saya bekerja dengan optimal mengalirkan nutrisi ke si janin.

Alhamdulilah anak kedua lahir dengan sempurna dibulan july 2016. Berat badannya 3,4kg dengan panjang 55cm.

HAMIL ANAK KE TIGA DENGAN KONDISI HIPERTIROID.

Saat hamil anak ke tiga di akhir tahun 2018 , aku juga mengalami hal yang sama seperti kehamilana anak ke dua, gejalanya tidak bisa dibedakan antara hamil atau hiper tiroidku sedang kambuh.

Minum obat hiper tiroid selama 1 bulan tapi masih pusing dan kleyengan ga hilang. Cek ke klinik kebidanan, beneran aku positif hamil lagi.

Di kehamilan anak ke tiga ini, aku bener bener super bandel, walau sudah tau hamil tapi tetap ga rutin minum obat hiper tiroid dan malas banget kontrol ke penyakit dalam.

Hamil tapi ga minum obat hiper tiroid, badan terasa lemas sekali, ga kuat berdiri lama apalagi gendong anak kedua (13kg). Jalan sedikit saja rasanya mau jatuh, kepala langsung pusing. Tapi aku masih maksakan diri untuk keluar rumah dan selalu bawa kedua anakku menemani aku. Setiap hari aku keluar rumah.

Mememasuki usia kandungan 14 minggu, aku tiba tiba mengalami panas tinggi, pusing, sesak napas dan meriang. Saat itu memang lagi musim pancaroba dan aku sering beraktivitas diluar rumah, ini pemicu aku ngedrop dan hormon tiroid naik. Aku terkena badai tiroid (tiroid storm). Aku dirawat secara intensif (2 malam di ICU) 4 hari di kamar perawatan.

Sebelum di rawat, aku kepikiran terus dengan janin yang aku kandung, dokter fetomaterna sebelumnya sempat menduga janinku mengalami Amniotic Band Syndrome (serabut halus yang dapat mengikat dan menghambat perkembangan janin).

Alhamdulilah selama dirawat selama 1 minggu, aku mulai agak menuruni aktivitas keluar rumah dan minum obat hiper tiroid cukup teratur.

Berjalannya hari, aku lupa lagi minum obat karena keseringan bepergian (aku tipe orang yang ga betah diam dirumah). Kontrol ke penyakit dalam dan kandungan suka aku tunda tunda. Aku masih ga kapok juga untuk rutin minum obat hiper tiroid.

Saat usia kandungan 24 minggu (6 bulan) air ketubanku terdeteksi kalau sedikit sekali , cuma 3cm dan si adek beratnya cuma 1 kg. Dokter kaget 2 bulan ga periksa kandungan, air ketuban sedikit sekali.

Tidak minum obat hiper tiroid membuat tali pusar tidak bisa bekerja secara optimal mengantarkan nutrisi, semuanya terhambat. Denyut jantungku kencang sekali saat itu.
Janinku benar benar kuat sekali, masih bisa bertahan di rahimku.

Aku dirawat selama 8 hari, aku diomelin habis habisan sama dokter kandungan yang merawatku, “kok tega sih bu ga minum obat hiper tiroid, ga kasihan apa bu sama janinnya?”

Rasanya kapok dan tobat banget dirawat di rumah sakit. Aku ga bisa ketemu anak dan sepertinya bakal ga diijinkan lagi keluar rumah sama suami.

Terbayang bayang terus kedua wajah anak yang dirumah, dan selalu kebayang gimana mereka makan, mandi dan minta hal lainnya. Aku jadi ga tenang selama dirumah sakit, walau omanya anak-anak sayang sama mereka.

Alhamdulilah 8 hari diobservasi, kondisi janin meningkat secara signifikan. Air ketuban naik menjadi 7cm, berat badan janin juga naik menjadi 1,5kg. Tapi dokter fetomaterna masih belum bisa melihat jenis kelamin janinku karena air ketubanku masih dibawah rata rata.

Setelah keluar rumah sakit, aku benar benar berubah, minum obat selalu teratur termasuk saat jadwal kontrol ke dokter kandungan dan penyakit dalam.

July 2019, anak yang ketiga lahir, subahanallah sehat sempurna, berat badan 2,7kg, panjangnya 45 cm. Ini anak saya yang paling mungil tetapi yang paling terang diantara kakak kakaknya.

Alhamdulilah Alesha saat ini sudah berusia 1 tahun, tumbuh sehat sempurna. Aku lancar mengASIhi dan rutin minum obat hiper tiroid.

Pesan untuk bunda yang sedang hamil dan mengalami hiper tiroid

Buat bunda yang sedang hamil dan mengalami hiper tiroid, yang terpenting adalah jangan gusar, wajib dibawa enjoy dan patuh akan nasehat dokter. Selama hamil, wajib menyayangi badan kita, Insyallah janin kita akan selalu ada yang melindungi.

2 kali mengalami kehamilan dengan kondisi hiper tiroid, saat kehamilan anak kedua dan ke tiga (dua duanya perempuan), Alhamdulilah saat ini mereka berdua tumbuh sempurna, termasuk kognetifnya. Usia anak kedua saat ini 4 tahun, dia dan abangnya (7thn) sangat fasih berbahasa inggris.

Yuk bunda bunda, kita jaga diri kita dan kita sayangi diri kita, agar bisa menjadi panutan untuk keluarga dan lingkungan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *