Cegah Pikun Dengan Aplikasi E-Memori Screening (EMS)

Pikun atau dimensia adalah suatu sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif, emosi, daya ingat, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Pikun sering dianggap sebagai hal normal yang dialami oleh lansia, sehingga seringkali penyakit tersebut tidak terdeteksi.

Penyakit ini memberikan dampak fisik, psikososial, sosial, dan beban ekonomi tidak hanya bagi penderita tapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Diperkirakan ada sekitar satu juta orang penderita Demensia Alzhemeir di Indonesia pada tahun 2013. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat drastis menjadi dua kali lipat pada tahun 2030, dan menjadi empat kali lipat pada tahun 2050. 

Dementia berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena peningkatan jumlah pasiennya sangat cepat
• Saat ini di dunia terdapat 50 juta ODD (Orang Dengan
Demensia )
• Setiap tahun bertambah 10 juta thn 2050 me↑ 3x
• Sebagian besar penderita berada di negara berpenghasilan menengah & rendah.
(Data dari World Alzheimer’s Report tahun 2019)

Peringatan Bulan Alzheimer Sedunia

Dalam rangka memperingati Alzheimer Awareness Month pada bulan September 2020 , PT Eisai Indonesia (PTEI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengadakan Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia yang merupakan bagian dari program kampanye edukatif #ObatiPikun.

Festival dibuka secara virtual oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERDOSSI, DR. dr. Dodik Tugasworo P, SpS(K), dan President Director PT Eisai Indonesia (PTEI), dr. Iskandar Linardi.

Demensia Alzheimer merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dapat dideteksi sejak awal sehingga dapat dilakukan penanganan secepat mungkin.

Aplikasi E-Memory Screening (EMS)

EMS merupakan suatu aplikasi pendeteksi dini Demensia Alzheimer milik PERDOSSI yang disupport oleh PT Eisai Indonesia (PTEI).

Aplikasi E-MS resmi diluncurkan pada tanggal 20 September 2020 dan dapat diunduh dengan mudah oleh dokter dan masyarakat awam di Playstore dan Appstore.

Aplikasi E-MS

Aplikasi E-MS ini akan menilai kondisi memori seseorang dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait Demensia Alzheimer yang mungkin dialami oleh pengguna aplikasi.

Setelah itu, Aplikasi E-MS akan memberikan skor dan apabila skor tersebut menunjukkan kondisi abnormal, maka aplikasi ini akan menyediakan fitur direktori rujukan terpercaya kepada dokter di sekitar pengguna aplikasi berdasarkan GPS termasuk informasi jarak, nama dokter beserta keahliannya di bidang Demensia Alzheimer, serta nomor call center RS yang dapat dihubungi.

Selain deteksi dini, aplikasi ini juga menyediakan ragam informasi terpercaya dan akurat mengenai Demensia Alzheimer dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam. Aplikasi ini juga menyediakan tips dan trik dalam merawat Orang Dengan Demensia (ODD) secara efektif dan efisien.”

Penting untuk menyadari bahwa Demensia Alzheimer bersifat kronis progresif, artinya semakin bertambah kerusakan otak seiring bertambahnya umur. Sehingga deteksi dini sangat penting dilakukan bagi penderita Demensia Alzheimer.

Melalui deteksi dini, dapat membantu penderita demensia dan keluarganya untuk dapat menghadapi dampak penurunan fungsi kognitif dan pengaruh psiko-sosial dari penyakit ini dengan lebih baik. Selain itu penanganan demensia sejak dini juga penting untuk mengurangi percepatan kepikunan. 

Semakin dini ditangani semakin berpeluang mencegah kepikunan (dimensia).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *