Festival Anak Ceria, edukasi masyarakat luas mengenai bahaya Stunting.

Festival anak ceria tahun 2021 kali ini masih membahas issue Stunting yang terjadi di Indonesia.

Sorotan dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) dibawah pengawasan wakil presiden, data menunjukkan angka stunting di Indonesia setiap tahunnya menunjukkan penurunan. Seperti yang disampaikan Dr. Bambang Widianto, Staf Khusus Wakil Presiden

Semua ini berkat Kinerja dari multi sektor. Pemerintah pusat hingga daerah sangat optimis, angka stunting di indonesia setiap tahunnya akan berkurang.

Agenda dari kegiatan yang dilakukan festival anak ceria tahun 2021 ini juga termasuk dalam program edukasi pencegahan anak stunting, di prakarsai oleh Yayasan Al Hadi.

Kegiatan Festival Anak ceria ini, melibatkan anak anak diseluruh indonesia untuk mengikuti challange berbagai lomba seperti lomba kolase, menari hingga lomba cerpen anak muslim.

Stunting yang terjadi di Indonesia

Stunting jika tidak segera ditangani, dampaknya akan mempengaruhi suatu generasi, dimana generasi tersebut akan menjadi tulang punggung kemajuan dan kesejahtraan pemerintah Indonesia.

Stunting atau dalam bahasa awamnya kerdil, adalah kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, menyebabkan anak menjadi terlalu pendek untuk se usianya.

Faktor kekurangan gizi kronis ini terjadi akibat akumulasi dari masih di dalam kandungan hingga ia berusia 2 thn ( 1000 Hari Pertama ).

Stunting terjadi tidak hanya kekurangan gizi kronis, tetapi banyak faktor.

Jika melihat ke 5 point diatas yang menyebabkan stunting terjadi di daerah daerah terpencil, stunting juga bisa terjadi di daerah perkotaan.

Anak, sangat membutuhkan perhatian dan kasing sayang kedua orangtuanya, begitu juga kasih sayang yang kondusif di lingkungan tempat tinggalnya.

Kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak anaknya dikarenakan kesibukan masing masing, bisa berdampak pada perkembangan si kecil.

Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan. Anak stunting kedepannya tidak akan mampu bersaing baik disekolah, dipekerjaan hingga kehidupannya.

Anak stunting rentan akan penyakit. Kekurangan qizi kronis yang terjadi secara akumulasi membuat anak sering sakit. Sedangkan nutrisi yang dimakan oleh anak hanya dipakai untuk memperbaiki oragan tubuhnya, bukan dipakai untuk perkembangan dan pertumbuhannya.

Stunting bisa menurunkan produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan.

Dari data di atas, kita bisa melihat bahwa kerjasama multi sektor untuk pencegahan anak stunting, telah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Pengasuhan yang positif, mampu mendidik anak menjadi sehat, kreatif dan peduli.

Seperti yang disampaikan oleh bapak zahrotun nihayah (LSBPI MUI) di acara festival anak ceria, bahwa anak-anak yang terlahir di generasi digital native, wajib sekali di dampingi oleh kedua orang tuanya. Terutama Ayah.

Orang tua wajib untuk belajar, agar bisa membimbing anak anak generasi digital native. Karena jika tidak didampingi kesehatan anak, minat belajar hingga kepintaran sosialnya akan menurun.

Yayasan Al Hadi

Al Hadi Day Care merupakan tempat penitipan anak yang memiliki konsep Islami dan berakhlaqul karimah. Digagas oleh seorang Mommy muda yang memang memiliki basic pendidik dan memiliki jiwa kepedulian sosial yang tinggi, hj.Anifah Qowiyatun S.Sos.I.

Untuk informasi, pendaftaran, dan harga, Moms bisa menghubungi nomor 081289497397 (Bunda Ani) || 081316564360 (Miss Titin)

Alamat:

Yayasan Al Hadi

Jl.Tolo ll no 3c Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat 11630, 021-22959176

Email: alhadidaycare2@gmail.com || www.alhadi-daycare.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *