Amniotic Band Syndrome

Ketika usia kehamilan saya menginjak 3 bulan saat hamil anak ke 3, saya terdiagnosa kemungkinan Amniotic Band Syndrome.

Wahh.. rasanya ga percaya dan lemes mendengar dokter Fetomaterna mengatakan hal tersebut.

Pikiran saya mulai kacau, hawatir sekali anak saya akan terlahir cacat.

Saat itu, semua kenalan saya yang dokter saya infokan apa yang saya alami.

Memang saat itu kondisi hipertiroid saya sedang tidak terkontrol, saya malas konsul ke dokter endoktrin dan sering lupa minum obat hiper tiroid.

Amniotic Band Syndrome yaitu suatu kondisi komplikasi kehamilan yang terjadi ketika anggota tubuh janin terlilit oleh lapisan kantung cairan ketuban yang robek.

Lapisan kantung cairan ketuban yang rusak, berbentuk serabut, menempel di tubuh bayi. Seringnya serabut tersebut melilit alat gerak seperti jari, tangan dan kaki.

Ketika terjadi lilitan, otomatis tubuh bayi akan mengalami gangguan peredaran darah yang berakibat akan mengalami gangguan perkembangan pada area yang terlilit dan bayi akan terlahir cacat.

Ini yang membuat saya menjadi sangat sangat hawatir dengan kondisi bayi saya.

Angka kejadian ABS memang sangat jarang terjadi, rasionya 1 : 10.000 bayi.

Kuasa tuhan, anak saya alhamdulilah terlahir sempurna hanya berat badannya saja yang kecil saat lahir, yaitu 2,7kg.

Saya mulai mengingat-ngingat setiap perkataan dokter fetomaterna mengenai kemungkinan terjadi ABS pada bayi saya saat itu.

Dokter Fetomaterna tidak salah mendiagnosa, mereka memang sangat pintar, usia kandungan 10 minggu dia sudah bisa memprediksi kemungkinan akan terjadi ABS.

Saat usia kandungan 24 minggu, cairan ketuban saya tinggal 3cm dan berat si kecil cuma 1 kg.

Ini berkat saya malas minum obat hipertiroid, otomatis tali pusar tidak bisa mensuplay makanan ke bayi saya dan si bayi tidak bisa mengeluarkan urinenya. Lambat laun cairan semakin berkurang dan si bayipun menjadi kurang gerak.

Saya bersyukur si kecil masih bisa tertolong, walau sebelumnya dokter sempat menyampaikan jika si bayi tidak berkembang setelah di observasi selama 7 hari, janin akan dikeluarkan.

Bener bener suatu keajaiban anak saya bisa selamat dan masih menempel di rahim saya karena kondisi orang dengan hipertiroid, detak jantung dan aliran darah sangatlah kencang.

Mungkin sebagian bayi banyak yang gugur, karena tidak kuat dengan suhu tubuh yang tinggi, detak jantung yang sangat kencang begitu juga dengan aliran darah si ibu, tetapi tidak dengan bayi saya. Dia sangat kuat.. ini bener benar mukjizat sekali.

Saya benar benar sangat bersyukur sekali dengan kejadian kemarin, karena saya bisa sangat sayang dan berkominten untuk menjaga bayi saya agar selalu sehat dan terpantau perkembangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *